Reog Ponorogo adalah salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Kesenian ini merupakan perpaduan antara tari, musik, dan drama yang mencerminkan budaya dan tradisi masyarakat setempat. Nguri-uri budaya Reog Ponorogo berarti melestarikan dan meneruskan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam seni Reog.
Reog Ponorogo memiliki ciri khas yang sangat menarik, terutama dalam penampilannya yang melibatkan berbagai elemen. Pertunjukan Reog biasanya menampilkan sosok ‘Barongan’, yaitu singa barong yang ditari oleh seorang penari dengan teknik yang memerlukan kekuatan fisik dan keterampilan tinggi. Singa barong yang besar dan berat ini terbuat dari kerangka kayu dan dihiasi dengan bulu, kain, serta berbagai ornamen yang mencolok.
Di dalam pertunjukan Reog, terdapat juga sosok ‘Jathil’, penari wanita yang mengenakan kostum khas dan berfungsi sebagai penggandeng (rider) kuda. Selain itu, ada pula penari-penari lain yang berpakaian warna-warni, menunjukkan kekayaan budaya lokal. Musik gamelan yang mengiringi pertunjukan, dengan berbagai alat musik tradisional, semakin menambah suasana magis dan meriah dari Reog Ponorogo.
Nguri-uri budaya Reog Ponorogo tidak hanya dilakukan melalui pertunjukan, tetapi juga dengan pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda. Banyak komunitas yang aktif mengajarkan seni Reog kepada anak-anak agar mereka mengenal dan mencintai budaya lokal. Selain itu, festival-festival seni dan budaya sering kali diadakan untuk memperkenalkan Reog kepada khalayak yang lebih luas.
Sosialisasi dan promosi dalam bentuk festival internasional juga menjadi salah satu cara untuk mengenalkan Reog Ponorogo secara global. Dengan demikian, upaya Nguri-uri budaya Reog bukan hanya melestarikan seni pertunjukan, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia.
Secara keseluruhan, Nguri-uri budaya Reog Ponorogo adalah bagian penting dari upaya mempertahankan identitas budaya daerah, serta menciptakan rasa bangga dan cinta tanah air di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.