JAKARTA – Di tengah ancaman krisis air yang semakin mengkhawatirkan, inisiatif sumur resapan kembali diangkat sebagai salah satu solusi efektif dalam konservasi air di Indonesia. Sumur resapan merupakan sarana untuk menyimpan air hujan dan mengalirkannya ke dalam tanah, sehingga dapat meningkatkan cadangan air tanah dan mengurangi risiko banjir di daerah urban.
Mengacu pada data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia mengalami penurunan cadangan air tanah yang signifikan akibat konversi lahan, urbanisasi yang cepat, dan perubahan iklim. Dalam konteks ini, pembangunan sumur resapan menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem sumber daya air.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan bahwa program pembangunan sumur resapan telah dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk wilayah perkotaan yang rentan terhadap banjir. “Kami menargetkan pembangunan ribuan sumur resapan di seluruh Indonesia, terutama di kawasan yang rawan genangan air,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Dr. H. Ditjen SDA, di Jakarta, Senin.
Sumur resapan tidak hanya berfungsi untuk menangkap air hujan, tetapi juga menjadi cara efisien untuk mengurangi dampak pencemaran. Air hujan yang mengalir ke sumur resapan akan melalui proses filtrasi alami yang terjadi di dalam tanah, sehingga meningkatkan kualitas air tanah.
Selain itu, pendidikan dan sosialisasi kepada masyarakat juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi air. Aktivitas seperti pelatihan dan workshop tentang cara membangun dan memelihara sumur resapan bagi masyarakat dilakukan oleh berbagai lembaga non-pemerintah dan komunitas lokal.
Salah satu contoh sukses adalah kegiatan yang diinisiasi oleh LSM lingkungan yang bekerja sama dengan pemerintah setempat di Kota Yogyakarta. Dengan melakukan pelatihan bagi warga, mereka berhasil membangun lebih dari seratus sumur resapan dalam kurun waktu satu tahun. “Ini adalah langkah awal yang baik. Warga kini lebih sadar akan pentingnya menjaga sumber daya air dan berkontribusi dalam konservasi,” ujar Siti Rahma, koordinator proyek tersebut.
Keberhasilan inisiatif sumur resapan ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia. Dengan dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, upaya konservasi air melalui sumur resapan bisa membawa dampak positif yang signifikan terhadap keberlanjutan sumber daya air di masa depan.
Dengan langkah konkret dalam konservasi air seperti pembangunan sumur resapan, diharapkan Indonesia dapat mengatasi tantangan krisis air dan memastikan bahwa sumber daya air tetap dapat diakses oleh generasi mendatang.